Menilik Perbedaan Investasi Properti, Saham dan Emas. Ini yang lebih Untung!

  • Artikel
Menilik Perbedaan Investasi Properti, Saham dan Emas. Ini yang lebih Untung!

Kini, investasi menjadi salah satu bisnis yang banyak dilakukan masyarakat. Jenisnya beragam, namun ada beberapa jenis investasi yang sering dilakukan oleh para investor Indonesia diantaranya investasi properti, saham, dan emas.

Menurut komisioner One Shildt Financial Planning, Mohamad Andoko, konsep investasi dilihat dari dua hal, yaitu capital gain dan reguler income. Untuk investasi properti, saham, dan emas, ketiganya sama-sama memberi keuntungan, namun memiliki risiko berbeda.

Lalu, mana yang lebih menguntungkan? Yuk baca selengkapnya, Amethyst Tower telah merangkumnya untuk Anda.

Investasi Properti

Nilai aset properti cenderung naik setiap tahun. Artinya semakin lama kita menahan penjualan, maka nilainya akan semakin tinggi.

Andoko juga mengatakan bahwa menyewakan properti seperti apartemen akan memberikan keuntungan yang lebih besar karena Anda akan memperoleh reguler income.

Kelebihan investasi properti:

1. Harganya selalu mengalami kenaikan sehingga keuntungannya pun dipastikan tinggi.

2. Termasuk investasi yang aman karena kemungkinan kehilangan seluruh aset sangat kecil.

3. Bisa digunakan sebagai  jaminan.

4. Karena investasi jangka panjang, imbal hasilnya terbilang lebih tinggi.

5. Adanya pendapatan rutin saat menyewakan properti.

Kekurangan investasi properti:

1. Modal yang dibutuhkan terbilang besar.

2. Biaya maintenance tinggi.

3. Harus membayar pajak PBB dan biaya lain seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

4. Susah Likuid.

Investasi Saham

Investasi saham memerlukan analisis teknikal dan juga fundamental yang kuat. Hal ini karena selalu ada kemungkinan hilangnya semua uang yang diinvestasikan. Selain itu, nilainya yang tidak bisa diprediksi membuat Anda harus selalu siap dengan hasilnya kelak. Inilah yang membuat saham dikenal sebagai investasi yang high risk and high return.

Kelebihan investasi saham:

1. Tingkat likuiditasnya tinggi sehingga memungkinkan Anda untuk mengeksekusinya (jual/beli) kapan saja.

2. Peluang pengembalian modal cukup besar.

3. Bisa dilakukan dengan modal kecil.

4. Anda tidak memiliki kewajiban utang berkepanjangan.

Kekurangan investasi saham:

1. Tinggi risiko.

2. Selalu ada kemungkinan perusahaan mengalami kebangkrutan.

3. Jika perusahaan merugi, Anda tidak akan mendapatkan dividen.

Investasi Emas

Emas menjadi aset investasi yang banyak dipilih masyarakat. Selain harganya lebih terjangkau, emas juga termasuk investasi yang rendah risiko.

"Perhatikan harga per gram saat membelinya. Ketika Anda membeli emas seberat 50 gram, 25 gram dan 10 gram, maka harga per gramnya akan lebih murah yang 50 gram," ujar Andoko.

Kelebihan investasi emas:

1. Lebih mudah dijual, baik lewat pegadaian ataupun toko emas.

2. Sifatnya mirip tabungan: banyak orang yang kini menabung emas dengan membayar secara berkala hingga akhirnya mendapatkan fisik emas.

3. Bisa digadaikan.

4. Dapat menangkal inflasi.

Kekurangan investasi emas:

1. Rawan pencurian.

2. Adanya biaya penyimpanan jika Anda menyimpannya di safe deposit box.

3. Nilainya fluktuaktif karena sangat sensitif terhadap harga komoditas.

Keuntungan yang dijanjikan investasi memang sangat menggiurkan. Meski begitu, Anda tetap harus berhati-hati dalam memilih aset yang diinvestasikan. Perbandingan antara investasi properti, saham dan emas di atas menunjukkan bahwa tidak ada investasi yang tidak memiliki risiko. Hanya saja tergantung dari karakter Anda, apakah Anda berani mengambil risiko tinggi atau penghindar risiko?


image whatsapp image phone